Latest News
Tampilkan postingan dengan label Hot News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hot News. Tampilkan semua postingan

Ditemukan Fosil Spesies Baru Dinosaurus dari Awal Jurassic

Posted by imam sahal Selasa, 17 November 2009, under | 0 komentar

Rabu, 11 November 2009 | 20:56 WIB

JOHANNESBURG, KOMPAS.com — Para ilmuwan mengumumkan penemuan spesies baru dinosaurus raksasa dari fosil-fosilnya di Afrika Selatan. Spesies yang hidup di awal zaman Jurassic ini memberi informasi baru untuk membantu para ilmuwan mempelajari sejarah perkembangan dinosaurus sebagai hewan terbesar di darat.

Pakar paleontologi Adam Yates dari Universitas Witwatersrand, Johannesburg, Afrika Selatan, memamerkan fosil kerangka hewan tersebut pada jumpa pers, Rabu (11/11). Publikasi spesies dinosaurus baru yang diberi nama Aardonyx celestae ini telah diterbitkan dalam jurnal Royal Society Proceedings B.

Aardonyx celestae adalah pemakan tumbuhan yang hidup sekitar 200 juta tahun lalu sampai awal periode Jurassic. Dinosaurus itu berjalan dengan kaki belakang, tetapi bisa juga merangkak. Saat merangkak, tingginya sekitar 1,7 meter.

Ditemukan, Jaring Laba-laba Tertua

Posted by imam sahal , under | 0 komentar

Sabtu, 31 Oktober 2009 | 10:26 WIB

SUSSEX, KOMPAS.com — Jaring halus laba-laba yang dibuat sekitar 140 juta tahun lalu ditemukan terawetkan dalam batu ambar. Jaring yang ditemukan di Sussex, Inggris, itu terawetkan saat getah damar menggenanginya sebelum mengeras dan membatu. Dalam batu yang sama ditemukan juga sisa tanaman, kotoran serangga, dan mikroba purba.

"Ini adalah jaring laba-laba paling tua yang pernah ditemukan menurut catatan fosil kami," ujar peneliti Martin Brasier dari Universitas Oxford, Sabtu (31/10).

Brasier dan rekan-rekannya memanfaatkan teknik komputerisasi yang disebut confocal microscopy untuk merekonstruksi kembali dan meneliti jaring tersebut beserta simpulnya. Beberapa hal, termasuk simpul yang disambung menggunakan cairan lengket, menunjukkan bahwa jaring tersebut dibuat oleh laba-laba yang berkerabat dengan laba-laba kebun modern.

"Laba-laba ini juga meletakkan cairan lengket di sepanjang jaringnya untuk memerangkap mangsa mereka," kata Brasier. "Sisa-sisa cairan lengket itu ikut terawetkan dalam batu ambar.

Analisis mengenai jaring tersebut juga memberi petunjuk tentang makanan laba-laba. Saya kira, berdasar bentuk jaringnya, hewan ini memangsa serangga terbang, seperti lalat dan nenek moyang lebah, tawon, serta kumbang," kata Brasier.

Tahun 2006, para peneliti menemukan jaring laba-laba yang juga terawetkan dalam batu ambar. Usianya sekitar 136 juta tahun.

Mencoba Paket Wisata Banten

Posted by imam sahal , under | 0 komentar

Kamis, 12 November 2009 | 12:23 WIB

KOMPAS.com - Deburan ombak Pantai Selatan Banten tepatnya di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang seolah menyambut baik kedatangan sekitar 50 orang tamu dari rombongan uji coba paket wisata Banten 2009 Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Banten. Mereka datang untuk menikmati indahnya pantai di pulau yang memiliki luas sekitar lima hektare tersebut.

Rombongan tiba di pulau yang diberi nama Pulau Umang tersebut sekitar pukul 17.00 WIB beberapa waktu lalu setelah menempuh perjalanan sekitar tiga jam dari Hotel Patrajasa di Pantai Anyer, Kabupaten Serang, Banten.

Untuk menyeberang ke pulau yang terletak di teluk Panaitan yang membentang di perairan antara Tanjung Lesung di sebelah utara dan Ujung Kulon di sebelah selatan itu, rombongan membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk menyeberang dari dermaga di Kecamatan Sumur ke pulau tersebut dengan kapal motor berkapasitas maksimal 20 orang.

Setibanya di pulau Umang rombongan langsung disambut senyum ramah para pemandu wisata yang mempersilakan para tamunya untuk beristirahat di lobi dengan bentuk bangunan di atasnya seperti umang, salah satu hewan laut sejenis siput.

Di dalam bangunan lobi itu berisi deretan sofa berwarna putih, kursi dari kayu, meja makan dan satu panggung kecil, sementara di depannya membentang sebuah kolam renang yang letaknya berhadapan langsung dengan bibir pantai di sebelahnya ada dermaga satu-satunya di pulau tersebut.

Para tamu disuguhi jamuan makan malam di pinggir pantai dengan aneka jenis masakan ikan laut, diringi alunan musik pop yang memecah kesunyian. Semilir angin laut meniup pepohonan yang ada di sepanjang pantai pulau tersebut. Kemudian acara dilanjutkan dengan diskusi yang membahas pengembangan pariwisata di Provinsi Banten dengan melibatkan dinas/intansi serta pihak terkait.

Setelah menginap satu malam di Pulau Umang, keesokan harinya rombongan melakukan uji coba paket wisata Banten. Ada aneka hiburan di pantai yang bisa dinikmati seperti menyelam, naik banana boat serta menikmati kelapa muda yang disajikan pengelola di Pulau Oar sekitar 10 menit perjalanan dengan kapal motor dari Pulau Umang.

Deklarasi Umang

Sebelum mengakhiri perjalanan uji coba paket wisata tersebut, sejumlah pihak terkait seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten, PHRI, HPI, Asita dan unsur Pers menandatangani kesepakatan untuk berupaya membantu pengembangan pariwisata di Provinsi Banten yang dikemas dalam sebuah deklarasi dengan sebutan "Deklarasi Umang".

Uji coba paket wisata Banten 2009 merupakan salah satu program yang digagas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten dengan mengikutsertakan salah seorang perwakilan dinas/intansi terkait di Provinsi Banten di antaranya Dinas Perhubungan, Dinas PU, Dinas Kelautan dan Perikanan dan beberapa dinas lainnya.

Selain itu, uji coba paket wisata tersebut melibatkan unsur terkait lainnya di antaranya Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), unsur pers dan beberapa agen perusahaan travel.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten Ranta Suharta mengatakan, uji coba paket wisata tersebut merupakan satu langkah terobosan dalam upaya untuk mempromosikan wisata Banten sekaligus mengevaluasi apa kekurangannya dari wisata di Banten.

"Kami ingin menyatukan persepsi dan meminta masukan dari pihak terkait bagaimana upaya untuk memajukan pariwisata di Banten," kata Ranta Suharta usai melepas rombongan uji coba paket wisata Banten 2009 dari Rumah Makan S'Rizki di Serang.

Ia mengatakan, dengan uji coba paket wisata Banten yang melibatkan unsur terkait tersebut diharapkan adanya kesamaan persepsi untuk memajukan dunia pariwisata di Banten. Selain itu, dengan kegiatan tersebut diharapkan adanya saling mengoreksi kekurangan dan kelemahan baik dari pihak yang memberikan pelayanan seperti perusahaan travel, maupun dari fasilitas objek wisata yang disajikan kepada para wisatawan itu sendiri.

Rombongan paket wisata Banten 2009 berangkat menggunakan satu kendaraan bus dari Rumah Makan S'Rizki di Serang menuju sentra kerajinan Batik Banten di Jalan Bhayangkara Serang, kemudian dilanjutkan menuju objek wisata ziarah Mesjid Agung Banten Lama dan Museum Purbakala Banten Lama yang menempuh sekitar 30 menit perjalanan dari Kota Serang.

Usai melihat berbagai benda purbakala peninggalan sejarah Kesultanan Maulana Hasanuddin di Musium Purbakala Banten Lama, rombongan dengan dipandu petugas dari DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Provinsi Banten, kemudian melanjutkan perjalanan melihat situs-situs peninggalan yang berada di sekitar lokasi Banten Lama seperti Benteng Speelwijk, Vihara Avalokitesvara, Mesjid Pecinan.

Selanjutnya rombongan kembali melanjutkan perjalanan sekitar satu jam menuju Hotel Patrajasa di Pantai Anyer, Serang yang merupakan salah satu objek wisata dari rangkaian paket wisata Banten 2009 sebelum akhirnya mampir di Kantor Balai Taman Nasional Ujung Kulon dan terakhir di Pulau Umang di sekitar wilayah Ujung Kulon.

Peng Shuilin, Pria Bertubuh Separuh

Posted by imam sahal , under | 0 komentar
Rabu, 18 November 2009 | 05:40 WIB

SHENZEN, KOMPAS.com - Tragedi dan kecelakaan bisa terjadi kapanpun dan dimanapun. Tak ada manusia yang bisa menduganya. Seperti halnya kecelakaan yang menimpa Peng Shuilin, 37. Hidup pebisnis asal Shenzen, wilayah selatan China ini seketika berubah 360 derajat, ketika sebuah truk menghantam mobil yang dikendarainya dalam sebuah kecelakaan lalu lintas, dua tahun silam

Ia pun langsung dilarikan ke rumah sakit. Nyatanya ia harus menerima kenyataan pahit. Bagian bawah tubuhnya harus diamputasi atau ia akan meninggal. Tim dokter yang memeriksanya mewajibkannya melakukan operasi tersebut, meskipun ia akan cacat untuk selamanya.

Operasi berlangsung rumit karena tim dokter harus membenahi pula jaringan tubuh dan organ-organ dalam tubuhnya yang tersisa. Selama dua tahun ia menjalani operasi demi operasi di Rumah Sakit Bujie di Shenzen, selatan China.

Tim dokter yang menanganinya berusaha keras memperbaiki lagi seluruh organ-organ utama dalam tubuhnya. Demikian juga dengan perbaikan sistem peredaran darahnya. Bukan perkara yang mudah.
Butuh lebih dari 20 dokter ahli untuk menyelamatkan nyawanya. Ia menjalani pemindahan kulit dari kepala untuk menutup bagian perutnya yang terbuka akibat amputasi.

Beruntung, setelah dua tahun menjalani pengobatan, keajaiban muncul. Peng masih bisa bertahan hidup dan operasinya berjalan sempurna. Meski kini tubuhnya telah hilang 50 persen, namun semangatnya untuk hidup tetap membara. “Kami hanya mengharuskannya melakukan check up, mengingat ia sangat sehat dibanding pria-pria seumurannya. Ia sangat luar biasa dan merupakan satu-satunya pria yang bisa bertahan dengan keadaan separuh tubuh yang telah diamputasi,” puji Lin Liu, Wakil Direktur Rumah Sakit Bujie.

Menurut Lin Liu, Peng mendapatkan perawatan terbaik di rumah sakit. Namun satu-satunya rahasia yang bisa menyembuhkan dirinya adalah sifat riang gembira yang selalu menemani hari-harinya.
“Tak ada hal apapun yang bisa mengecilkan hatinya. Rahasianya adalah sifat riang yang dimilikinya,” imbuh Liu.

Bahkan hal ini menjadikannya sebagai contoh model bagi pasien lain yang harus menjalani amputasi seperti dirinya. Biasanya ia menjadi pembicara untuk memberikan semangat pada pasien-pasien tersebut.
Kini, setelah diamputasi, tinggi badan Peng hanya sekitar 77,5 cm. Untuk bergerak, Peng harus dibantu dengan kursi roda. Ia juga mendapatkan pelajaran tambahan agar kekurangannya bisa teratasi. Salah satunya berjalan menggunakan kaki palsu yang telah dirancang khusus oleh tim dokter.

Tak hanya itu, Peng memulai lagi kesibukannya sebagai pebisnis. Ia membuka supermarket yang diberinya nama Half Man Half Price Store atau Toko Pria Separuh Badan dengan Harga Separuh. sun/das/tis

Retakan Besar di Afrika Bakal Menjadi Samudra Baru

Posted by imam sahal Selasa, 10 November 2009, under | 0 komentar

Rabu, 4 November 2009 | 16:45 WIB

ADDIS ABABA, KOMPAS.com — Celah sepanjang 55 kilometer di gurun Ethiopia diperkirakan akan berkembang menjadi samudra baru. Celah selebar 6 meter di beberapa titik tersebut mulai terbuka tahun 2005, dan sejumlah ahli geologi yakin itu akan menjadi cikal bakal samudra baru.

Dalam sebuah penelitian yang melibatkan tim peneliti internasional dan dilaporkan dalam jurnal Geophysical Research Letters, terungkap bahwa proses terbentuknya celah itu serupa dengan yang terjadi di dasar samudra. Aktivitas yang sama saat ini juga terjadi di Laut Merah.

Menggunakan kumpulan data seismik dari 2005, para peneliti mencoba merekonstruksi peristiwa itu untuk menunjukkan bahwa celah itu terbuka sepanjang 55 kilometer hanya dalam waktu beberapa hari. Mulanya, Dabbahu, yang merupakan gunung berapi di ujung utara celah, meletus, lalu aliran magma mendorong melalui tengah-tengah celah dan mulai membuka retakan di kedua arah.

"Kita tahu bahwa pegunungan dasar laut muncul akibat desakan magma seperti ini, tapi kita tak pernah tahu bahwa desakan magma bisa membuatnya terpecah seperti ini," kata Cindy Ebinger, Profesor Ilmu Bumi dan Lingkungan Hidup di Universitas Rochester.

Hal itu menunjukkan bahwa gunung berapi aktif di sepanjang tepi lempeng tektonik samudra bisa tiba-tiba pecah dalam bagian yang luas, dan bukan dalam bagian kecil-kecil seperti yang diyakini selama ini. Peristiwa retakan yang datang tiba-tiba di daratan akan lebih berbahaya bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya,” ucap Ebinger.

Lempengan Afrika dan Arab yang bertemu di padang terpencil Afar Ethiopia Utara kini mulai merekah akibat proses itu dengan laju kurang dari 1 inci per tahun selama 30 juta tahun terakhir. Celah ini membentuk depresi Afar sepanjang 300 km hingga Laut Merah. Melalui jalur itu, Laut Merah diperkirakan akan mengalir ke rekahan Ethiopia dan membentuk laut baru sekitar sejuta tahun mendatang. Laut baru itu akan menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden, serta Laut Arab antara Yaman di Jazirah Arab dan Somalia di Afrika Timur.

Amfibi Paling Rentan Kepunahan

Posted by imam sahal , under | 0 komentar

Selasa, 3 November 2009 | 13:50 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Lebih dari sepertiga spesies yang diperiksa dalam sebuah studi keanekaragaman hayati internasional disimpulkan terancam kepunahan, demikian diungkap para peneliti. Dari 47.677 spesies yang masuk Daftar Merah Spesies Terancam Punah IUCN, 17.291 di antaranya dinilai sangat terancam.

Jumlah ini termasuk 21 persen jenis mamalia, 30 persen jenis ampibi, 70 persen jenis tumbuhan, dan 35 persen jenis hewan bertulang belakang.

Ahli lingkungan memperingatkan tidak cukup ada upaya untuk mengatasi ancaman utamanya, antara lain hilangnya habitat mahluk hidup ini. "Bukti ilmiah menunjukkan naiknya tingkat krisis," kata Jane Smart, direktur kelompok konservasi keragaman hayati International Union for the Conservation of Nature's (IUCN).

"Analisa terakhir... menunjukkan bahwa target 2010 untuk mengurangi hilangnya tingkat keragaman hayati tidak akan tercapai," tambah Smart.

"Ini saatnya pemerintah mulai bertindak serius tentang upaya menyelamatkan spesies dan memastikan upaya ini ada dalam agenda tahun depan, karena waktu makin sempit," imbuhnya.

Daftar Merah, dipandang sebagai upaya pencatatan paling otoritatif terhadap keadaan spesies di Bumi, dengan mengumpulkan hasil dari ribuan ilmuwan seluruh dunia.

Catatan terakhir menunjukkan bahwa kelompok amfibi sebagai kelompok organisme di planet ini, dengan 1.895 dari 6.285 spesies yang dicatat paling terancam.